Berita & Artikel Berita Lokal

Berita & Informasi
Desa Pagak

Update terkini seputar kegiatan dan informasi desa

Berita Lokal Detail Berita

Semarak Tradisi Suran 1448 Hijriah

07 Juli 2026
Administrator
16 Kali Views
Semarak Tradisi Suran 1448 Hijriah

Semarak Tradisi Suran 1448 Hijriah, Desa Pagak Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan Masyarakat

Pagak, 7 Juli 2026 – Pemerintah Desa Pagak kembali menyelenggarakan Tradisi Suran dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Joglo Kesenian Rawalutung, Desa Pagak, ini dihadiri oleh Forkopimcam Purwareja Klampok, Pemerintah Desa Pagak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari seluruh dusun di Desa Pagak yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Sebagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, Suran menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, keselamatan, dan keberkahan yang telah diberikan, sekaligus memohon agar tahun yang baru membawa kehidupan yang lebih baik, damai, dan penuh keberkahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Pagak dan Camat Purwareja Klampok yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya lokal, serta menjadikan tradisi sebagai bagian dari identitas desa. Setelah sambutan, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang diawali dengan pembacaan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan agar Desa Pagak senantiasa diberikan keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan.

Suasana religius semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah mengenai keutamaan Bulan Asyura dan makna Tahun Baru Islam. Dalam tausiyah tersebut disampaikan bahwa Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak amal kebaikan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas peringatan Suran di Desa Pagak adalah tukar takir. Ratusan warga membawa takir berisi nasi golong beserta lauk-pauk dari rumah masing-masing. Setelah doa bersama selesai, masyarakat saling bertukar takir sebagai simbol berbagi rezeki, mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta memperkokoh kerukunan antarwarga. Tradisi sederhana ini memiliki makna yang mendalam, yaitu bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pagak, Sudarwo, S.H., menyampaikan bahwa Tradisi Suran merupakan warisan budaya yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang sangat tinggi. Menurut beliau, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dike

mbangkan sebagai daya tarik wisata budaya di Desa Pagak.

"Desa Pagak telah dikenal sebagai Desa Wisata, bahkan beberapa kali menerima kunjungan wisatawan mancanegara. Tradisi Suran merupakan kekayaan budaya yang harus terus kita lestarikan. Ke depan, kami berharap Suran dapat menjadi agenda wisata budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," ungkap Kepala Desa.

Senada dengan hal tersebut, Camat Purwareja Klampok, Drs. Susanto, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Pagak yang terus menjaga serta melestarikan tradisi warisan leluhur. Menurutnya, Tradisi Suran merupakan aset budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan yang mampu memperkuat identitas Desa Pagak sebagai desa wisata.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan Suran ke depan dapat dikemas lebih menarik dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, hiburan rakyat, pameran UMKM, hingga atraksi budaya yang melibatkan masyarakat secara luas. Dengan konsep tersebut, Tradisi Suran tidak hanya menjadi kegiatan spiritual dan budaya, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

Drs. Susanto juga mengenang keberhasilan penyelenggaraan Gending Tengah Sawah, sebuah kegiatan budaya yang pernah menjadi ikon Desa Pagak dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat maupun pengunjung. Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Suran.

"Kami berharap Tradisi Suran dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun. Bahkan akan lebih baik jika dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan masyarakat seperti Gending Tengah Sawah yang pernah sukses diselenggarakan. Dengan demikian, Desa Pagak akan memiliki kalender event budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus melestarikan tradisi dan menggerakkan perekonomian masyarakat," tutur Drs. Susanto.

Melalui penyelenggaraan Tradisi Suran ini, Pemerintah Desa Pagak berharap nilai-nilai religius, budaya, gotong royong, dan kebersamaan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Tradisi ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur dalam menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi ikon wisata budaya Desa Pagak yang mampu memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata berbasis budaya, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat.

"Melestarikan tradisi berarti menjaga jati diri desa. Dengan budaya yang hidup dan masyarakat yang bersatu, Desa Pagak akan semakin maju sebagai desa wisata yang berbudaya, mandiri, dan berkelanjutan."

Komentar

Tinggalkan Komentar

Captcha

Arsip Artikel

Terbaru Populer Acak

Agenda

Terjadwal Sebelumnya

Rapat Lagi

07 Januari 2020 22:58:42
Aula Desa

Rapat bulanan

08 April 2020 22:59:18
Ruang rapat

Pemerintah Desa

SUDARWO, S.H

SUDARWO, S.H

Kepala Desa

Belum Rekam
1 / 14

Komentar

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari Ini

43

Kemarin

80

Total

58,979


IP Address

104.23.197.64

Browser

Mozilla 5.0

Sistem Operasi

Unknown Platform